Sistem Pernapasan Hewan Vertebrata

 



Apakah sobat tau apa saja hewan yang termasuk hewan vertebrata? hewan vertebrata merupakan hewan yang memiliki tulang belakang. Hewan vertebrata terdiri dari Pisces, Reptilia, Amphibi, Aves serta Mamalia. Salah satu ciri makhluk hidup adalah bernafas, apabila makhluk hidup tidak bernafas maka makhluk hidup tersebut mati. lalu bagaimana sistem pernafasan pada hewan vertebrata? apa manfaat kita dapat mengetahui sistem pernafasan pada vertebrata? Mari sobat simak penjelasan berikut ini.

Apa yang dimaksud sistem pernafasan? sistem pernafasan disebut juga sistem respirasi merupakan suatu sistem pertukaran oksigen dengan karbon dioksida antara organisme dengan lingkungannya. oksigen ini diperlukan untuk metabolisme pada suatu organisme. oksidasi dari substansi makanan di dalam sel akan menghasilkan panas yang dibebaskan. 

1. Sistem Pernapasan pada Pisces

Alat pernapasan pisces atau ikan adalah insang. insang ini berbentuk lembaran-lembaran tipis dan berwarna merah muda serta lembab. Setiap lembaran dari insang tersebut terdiri atas Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang filamen, dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan O2 berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Proses pernapasan pada ikan adalah dengan cara membuka dan menutup mulut secara bergantian dengan membuka dan menutup tutup insang. Pada waktu mulut membuka, air masuk ke dalam rongga mulut sedangkan tutup insang menutup. Oksigen yang terlarut dalam air masuk berdifusi ke dalam pembuluh kapiler darah yang terdapat dalam insang. Dan pada waktu menutup, tutup insang membuka dan air dari rongga mulut keluar melalui insang. Bersamaan dengan keluarnya air melalui insang, karbondioksida dikeluarkan.

2. Sistem Pernapasan pada Amphibi

Pada katak oksigen berdifusi lewat selaput rongga mulut, kulit, dan paru- paru. Kecuali pada berudu bernapas dengan insang karena hidupnya di air. Selaput rongga mulut berfungsi sebagai alat pernapasan karena tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu. Selain bernapas dengan selaput rongga mulut dan kulit, katak bernapas juga dengan paru-paru walaupun paru-parunya belum sebaik paru-paru mamalia. Katak mempunyai sepasang paru-paru yang berbentuk gelembung tempat bermuaranya kapiler darah. Permukaan paru-paru diperbesar oleh adanya bentuk- bentuk seperti kantung sehingga gas pernapasan dapat berdifusi. Paru-paru dengan rongga mulut dihubungkan oleh bronkus yang pendek. Katak dalam daur hidupnya mengalami metamorfosis atau perubahan bentuk. Pada waktu muda berupa berudu dan setelah dewasa hidup di darat

3. Sistem Pernafasan pada Reptilia

Paru-paru pada reptilia berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. Paru-paru reptilia lebih sederhana, hanya dengan beberapa lipatan dinding yang berfungsi memperbesar pertukaran gas. Pada reptilia pertukaran gas tidak efektif, pada kadal, buaya dan kura-kura paru-paru lebih kompleks, dengan beberapa belahan-belahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. Paru-paru pada beberapa jenis kadal misanya bunglon afrika mempunyai pundi- pundi hawa cadangan yang memungkinkan hewan tersebut melayang di udara.

4. Sistem Pernapasan pada Aves

Pada burung, alat berdisfusinya gas pernapasan hanya terjadi di paru-paru. Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. Jalur pernapasan pada burung berawal di lubang hidung. Pada tempat ini, udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar faring yang menghubungkan trakea. Trakea bercabang menjadi dua yaitu, bronkus kanan dan bronkus kiri. Pada bronkus terdapat sirink yang pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar. Bergetarnya selaput itu menimbulakn suara. Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus yang merupakan bronkus sekunder dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (di bagian ventral) dan doso bronkus (di bagian dorsal). Ventrobronkus dihubungkan dengan dorsobronkus, oleh banyak parabronkus (100 atau lebih). Parabronkus berupa tabung-tabung kecil. Di parabronkus bermuara banyak kapiler sehingga memungkinkan udara berdifusi. Selain paru-paru, burung memiliki 8 atau 9 perluasan paru-paru atau pundi-pundi hawa (sakus pneumatikus) yang menyebar ampai ke perut, leher dan sayap. Di pundi-pundi hawa ini tidak terjadi difusi gas pernapasan dan berfungsi sebagai penyimpanan cadangan oksigen dan meringankan tubuh.

5. Sistem Pernapasan pada Mamalia

Pada manusia alat pernapasannya terdiri dari : Rongga hidung (Cavum Nasalis), Faring (tenggorokan), Batang tenggorokan (trakea), Pangkal tenggorokan (laring), Cabang batang tenggorokan (bronkus) dan paru-paru (pulmo). Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis). Rongga hidung berlapis selaput lendir, di dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera). Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan. Selain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofarings) pada bagian depan dan saluran pencernaan (orofarings) pada bagian belakang. Pada bagian belakang faring (posterior) terdapat laring (tekak) tempat terletaknya pita suara (pita vocalis). Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara. Batang tenggorok (trakea) terletak di sebelah depan kerongkongan. Di dalam rongga dada, batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang tenggorok (bronkus). Di dalam paru- paru, cabang tenggorok bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus. Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru (alveolus). angkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok (epiglotis). Pada waktu menelan makanan, katup tersebut menutup pangkal tenggorok dan pada waktu bernapas katup membuka. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara yang akan bergetar bila ada udara dari paru-paru, misalnya pada waktu kita bicara. Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus.

Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis). Paru-paru tersusun oleh bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah. Bronkiolus tidak mempunyai tulang rawan,tetapi ronga bronkus masih bersilia dan dibagian ujungnya mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia. Setiap bronkiolus terminalis bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus respirasi, kemudian menjadi duktus alveolaris.Pada dinding duktus alveolaris mangandung gelembung-gelembung yang disebut alveolus.


wahh ternyata seperti itu ya sobat sistem pernapasan itu terjadi, bayangkan sobat apabila sistem pernapasan yang kita miliki tidak sedetail itu. nahh, mungkin sekian sobat penjelasan materi mengenai sistem pernapasan dari chingu, semoga sobat paham yaa dan selalu bersyukur atas setiap napas yang Alloh SWT berikan kepada kita. sampai bertemu di materi selanjutnya sobat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem Ekskresi Hewan Vertebrata

Sistem Sirkulasi Hewan Vertebrata